Dalam rangka merayakan Hari Anak Universal, puluhan komunitas dari pelbagai kalangan menggelar Pesta Dolanan Anak. Adapun tema diangkat, yakni permainan tradisional nusantara. Kegiatan ini sekaligus sebagai kampanye bagi hak anak.

 

Acara yang diselenggarakan di Area Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA), Jakarta, Sabtu (5/12). Ketua panitia Pesta Dolanan Anak, Wulan menuturkan, setidaknya ada 10 hak bagi anak yang dikampanyekan. Mulai dari pendidikan hingga menjadi bagian pembangunan.

“Hak untuk mendapatkan pendidikan, perlindungan, identitas, status kebangsaan, makanan, akses kesehatan, rekreasi, kesamaan, peran dalam pembangunan,” terang Wulan.

Acara ini dibuka mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adiyaksa Dault. Dalam sambutannya, dia mengkritik masih adanya anak jalanan dieksploitasi.

Kondisi ini, kata dia, masih menunjukkan sikap pemerintah masih tidak peduli dengan hak anak-anak.

“Ada anak jalanan yang dieksploitasi dan cara penanganannya tidak bisa ditangkap tapi ditampung dan didik, ini tugas Pemerintah dan masyarakat,” kata Adiyaksa.

Acara yang dihadiri ratusan anak jalanan, ibu-ibu dan sebagian anak SD di Jakarta. Berbagai pertunjukan seni juga ditampilkan seperti tari anak-anak, senam ibu-ibu dan kelompok bernyanyi anak.